Masih ingatkah sahabat ??
Tentang jutaan harap yang kita pasang di dunia mimpi ?
Tentang untaiannya yang khan melahirkan nyata ?
Masih ingatkah,sahabat ?
Tentang mimpi yang kita ukir di tengah pekatnya malam ?
Semua itu masih hijau di memori ini sahabat
Beralih cerita melahirkan semangat penuh sinar
Bersama kita menuang tinta untuk mimpi itu
Menjejakkan kaki di dunia keempat bagi pelajar
Perguruan tinggi terbaik dan ternama pun menjadi target
Melukis malam yang menyemburatkan rahasianya
Ditemani gemintang di dinginnya negara Italia
Terdamparnya dii untuk mencium aroma Mesir
Rindunya kening untuk bersujud di KabahNya
SEmua,itu daftar mimpi yang kita lukis sahabat !!
Adakah,kau ingat ? Kita berlari untuk itu !!
Kita mengejar setinggi matahari
Dan ekarang..kita pun masih berlari
Karena jika tidak,kita bisa mati karenanya
Aku yakin,kau pun pasti tahu sahabat !!
Gagal tidak terjadi selagi kita masih berlari
Airmata asa ini masih basah sahabat !!
Dan hati kita . . .
ya,hati kita .ingin wujudkan semua itu !!
Sahabat . . Genggam tangan kita raih mimpi itu !!
Capai ridhoNya . .
Kau..aku..kita pasti bisa 1! ^___^
Total Tayangan Halaman
Minggu, 15 Juli 2012
Isyarat Malam
Malampun menetas,mengganti senja yang tlah hilang . .
Hangatnya mentari disulap menjadi pekatnya malam
Semburannya pun masih menyembunyikan jawab
Dari tanya yang tak pernah henti,dari keraguan yang tak pernah diam
Entah apa yang masih ingin disimpan malam
Sehingga kegelapannya pun belum mampu melahirkan jawab
Pikir hati,malam ingin berikan isyarat
Isyarat pada setiap jiwa yang merana,pada setiap hati yang bersedih
Dan pada setiap goresan kalbu yang kaku
Bahwa semua bisa jadi cahaya nan terang
Yang kedipnya pun menyilauka keindahan tiada tara
laayaknya malam nan gulita menjadi pagi nan terang
malam tak ingin ia diam sendiri,karna itu pagi menyapanya
Jiwa merana pun ta ingin sendiri,krna itu ketenangan hadir setelahnya
Lalu,apakah yang ingin ditanya lagi dari isyaratnya ??
semua butuh waktu yang tepat
malam butuh waktu yang tepat tuk berganti menjadi pagi
Dan gelap butuh waktu yang tepat menjadi cahaya . . .
Rahmadhinie Anwar
Hangatnya mentari disulap menjadi pekatnya malam
Semburannya pun masih menyembunyikan jawab
Dari tanya yang tak pernah henti,dari keraguan yang tak pernah diam
Entah apa yang masih ingin disimpan malam
Sehingga kegelapannya pun belum mampu melahirkan jawab
Pikir hati,malam ingin berikan isyarat
Isyarat pada setiap jiwa yang merana,pada setiap hati yang bersedih
Dan pada setiap goresan kalbu yang kaku
Bahwa semua bisa jadi cahaya nan terang
Yang kedipnya pun menyilauka keindahan tiada tara
laayaknya malam nan gulita menjadi pagi nan terang
malam tak ingin ia diam sendiri,karna itu pagi menyapanya
Jiwa merana pun ta ingin sendiri,krna itu ketenangan hadir setelahnya
Lalu,apakah yang ingin ditanya lagi dari isyaratnya ??
semua butuh waktu yang tepat
malam butuh waktu yang tepat tuk berganti menjadi pagi
Dan gelap butuh waktu yang tepat menjadi cahaya . . .
Rahmadhinie Anwar
Jumat, 22 Juni 2012
KERINDUAN
KERINDUAN . . ^^
Titik-titik embun pagi nan bening
Auranya memancarkan cahaya kehidupan
Yang penuh dengan seribu kerinduan
Bukan,,bukan seribu kerinduan
Tapi,sejuta kerinduan
Arghhh . . pikirku bukan juga sejuta kerinduan
Tapi menembus titik-titik tak hingga
Yang tak bisa dikalkulasi muatannya
Kerinduan yang penuh harap,cita,dan impi
Kerinduan ini masih tersimpan
Karena harap belum menjadi kabul
Sungguh,ini bukan kerinduan biasa
Tapi jauh dari kata biasa itu sebenarnya
Dadaku pun sesak dan tak berani ungkapkan
Jantungku lemah . . Nadiku mencapai titik laktasi
Jari-jari gemetar jika diizinkan untuk melukisnya
Karenanya . . Aku tak sanggup
Kerinduan ini dalam dan penuh cinta
Saat aku berimajinasi menari di gubuk itu
Melambaikan tangan dan bernyanyi bersama
Menceritakan pada langit tentang kerinduan
Kerinduan asaku melihat senyum terakhir mentari ketika
siang mulai memudar dan senja menjemput . . ^^

Titik-titik embun pagi nan bening
Auranya memancarkan cahaya kehidupan
Yang penuh dengan seribu kerinduan
Bukan,,bukan seribu kerinduan
Tapi,sejuta kerinduan
Arghhh . . pikirku bukan juga sejuta kerinduan
Tapi menembus titik-titik tak hingga
Yang tak bisa dikalkulasi muatannya
Kerinduan yang penuh harap,cita,dan impi
Kerinduan ini masih tersimpan
Karena harap belum menjadi kabul
Sungguh,ini bukan kerinduan biasa
Tapi jauh dari kata biasa itu sebenarnya
Dadaku pun sesak dan tak berani ungkapkan
Jantungku lemah . . Nadiku mencapai titik laktasi
Jari-jari gemetar jika diizinkan untuk melukisnya
Karenanya . . Aku tak sanggup
Kerinduan ini dalam dan penuh cinta
Saat aku berimajinasi menari di gubuk itu
Melambaikan tangan dan bernyanyi bersama
Menceritakan pada langit tentang kerinduan
Kerinduan asaku melihat senyum terakhir mentari ketika
siang mulai memudar dan senja menjemput . . ^^
Langganan:
Komentar (Atom)